MODULASI
Modulasi adalah pencampuran sinyal input dengan sinyal pembawa (carrier). Sinyal carrier memberikan respon berupa kombinasi frekuensi, fasa, ataupun amplitudo. Tujuan modulasi adalah untuk mengubah bentuk sinyal ataupun mengubah frekuensi kerjanya agar dapat bekerja dan ditransmisikan pada suatu medium.
(https://ramapermana.wordpress.com/telco/modulation/)
A. Modulasi Analog
Modulasi analog adalah modulasi dimana sinyal masukannya adalah sinyal
analog. Modulasi analog adalah komunikasi yang mentransmisikan
sinyal-sinyal analog yaitu time signal yang berada pada nilai kontinu
pada interval waktu yang terdefinisikan. Dalam modulasi analog, proses
modulasi merupakan respon atas informasi sinyal analog. Ada beberapa
macam yaitu AM, FM, PM, QAM, SM, SSB.
1. Amplitude Modulation (AM)
AM atau modulasi amplitudo adalah suatu modulasi dimana amplitudo sinyal
carrierberubah sesuai kelakuan dari amplitudo sinyal input. Adapun
frekuensi dan fasa sinyal carrier pada AM tidak berubah. Berdasarkan
bentuk keluarannya, hasil AM ada tiga macam. Bentuk keluaran ditentukan
oleh sebuah koefisien indeks modulasi.
2. Frequency Modulation (FM)
FM atau modulasi frekuensi adalah suatu modulasi dimana frekuensi sinyal
carrierberubah sesuai kelakuan dari amplitudo sinyal input. Adapun
amplitudo sinyalcarrier pada FM tidak berubah. Pada modulasi FM terjadi
fenomena intermodulasi.
3. Phase Modulation (PM)
PM atau modulasi fasa adalah suatu modulasi dimana fasa sinyal carrier
berubah sesuai kelakuan dari amplitudo sinyal input.
B. Modulasi Digital
Modulasi digital ialah suatu sinyal analog di modulasi berdsarkan aliran
data digital. Modulasi digital merupakan proses penumpangan sinyal
digital (bit stream) ke dalam sinyal carrier. Modulasi digital
sebetulnya adalah proses mengubah-ubah karakteristik dan sifat gelombang
pembawa (carrier) sedemikian rupa sehingga bentuk hasilnya (modulated
carrier) memeiliki ciri-ciri dari bit-bit (0 atau 1) yang dikandungnya.
Teknik modulasi digital pada prinsipnya merupakan variant dari metode
modulasi analog. Ada beberapa macam yaitu ASK, APSK, CPM, FSK, MFSK,
MSK, OOK, PPM, PSK, QAM, SC-FDE, TCM.
1. Amplitude Shift Keying (ASK)
ASK adalah suatu modulasi dimana amplitudo sinyal carrier akan berubah
sesuai dengan logika bit-bit sinyal input. Terdapat dua macam ASK jika
dibedakan berdasarkan amplitudo sinyal output ASK pada logika bit
rendah.
Pertama, jika ada amplitudo sinyal output ASK pada logika bit rendah.
Maka, pada kedua logika bit (0 dan 1) terdapat amplitudo sinyal output.
Kedua, jika tidak ada amplitudo sinyal output ASK pada logika bit
rendah, Maka, amplitudo sinyal output hanya ada jika logika bit sinyal
input adalah logika bit tinggi. Jenis ASK yang kedua ini disebut juga
On-Off Keying (OOK).
2. Frequency Shift Keying (FSK)
FSK adalah suatu modulasi dimana frekuensi sinyal carrier akan berubah
sesuai dengan logika bit-bit sinyal input. Karena hanya ada dua macam
bit, maka pada FSK juga hanya dua frekuensi yang digunakan. Adapun
amplitudo dari kedua macam frekuensi tersebut tetap.
3. Phase Shift Keying (PSK)
PSK adalah suatu modulasi dimana fasa sinyal carrier akan berubah sesuai
dengan logika bit-bit sinyal input. Terdapat beberapa tingkat PSK yang
ditentukan berdasarkan jumlah fasanya.
a. BPSK
Binary Phase Shift Keying (BPSK) sesuai namanya terdiri dari dua fasa.
Setiap fasa akan merepresentasikan satu bit dari sinyal input (1
bit/Hz). Kedua fasa terpisah sejauh 180°.
Contoh:
o Logika sinyal input 1: 90°
o Logika sinyal input 0: -90°
Maka, diagram konstelasi BPSK untuk contoh tersebut adalah sebagai
berikut.
Diagram Konstelasi BPSK
b. QPSK
Quadrature Phase Shift Keying (QPSK) sesuai namanya terdiri dari empat
fasa. Setiap fasa akan merepresentasikan dua bit dari sinyal input (2
bit/Hz). Setiap fasa terpisah sejauh 90° satu sama lain.
Contoh:
o Logika sinyal input 00: 0°
o Logika sinyal input 01: -90°
o Logika sinyal input 11: 180°
o Logika sinyal input 10: 90°
Maka, diagram konstelasi QPSK untuk contoh tersebut adalah sebagai
berikut.
Diagram Konstelasi QPSK
c. M-PSK
BPSK dan QPSK menjadi dasar dalam menghitung jumlah simbol (representasi
bit) dalam 1 Hz dan sudut interval antar fasa. Modulasi M-PSK dapat
merepresentasikan m bit/Hz dengan sudut interval fasa sebesar θ.
Modulasi
M
m
θ
BPSK (2-PSK)
2
1
180°
QPSK (4-PSK)
4
2
90°
8-PSK
8
3
45°
M-PSK
M
2log M
360°/M
4. Other Digital Modulation
Semakin banyak jumlah fasanya, maka perbedaan sudut fasa di antara
logika-logika yang bersebelahan akan semakin kecil. Perbedaan sudut yang
kecil menuntut linearitas yang tinggi. Sehingga, dikembangkanlah metode
modulasi fasa sekaligus amplitudo yang dikenal dengan nama Quadrature
Amplitude Modulation (QAM). Teknologi QAM terus berkembang mulai 16-QAM,
32-QAM, 64-QAM, 128-QAM, hingga yang terakhir 256-QAM.
Jika pada modulasi M-PSK digunakan diagram konstelasi lingkaran, maka
pada M-QAM digunakan diagram konstelasi persegi. Contoh diagram
konstelasi 16-QAM pada layanan WiMAX adalah sebagai berikut.
Diagram Konstelasi 16-QAM WiMAX
Modulasi M-QAM inilah yang digunakan pada layanan-layanan telekomunikasi
terkini seperti WiMAX dan LTE (hingga 64-QAM).
Today Deal $50 Off : https://goo.gl/efW8Ef
A. MODULASI ANALOGToday Deal $50 Off : https://goo.gl/efW8Ef
1. Amplitude modulation (AM)
Modulasi jenis ini adalah modulasi yang
paling simple, frekwensi pembawa atau carrier diubah amplitudenya sesuai
dengan signal informasi atau message signal yang akan dikirimkan.
Dengan kata lain AM adalah modulasi dalam mana amplitude dari signal
pembawa (carrier) berubah karakteristiknya sesuai dengan amplitude
signal informasi. Modulasi ini disebut juga linear modulation, artimya
bahwa pergeseran frekwensinya bersifat linier mengikuti signal informasi
yang akan ditransmisikan.

2. Frequency modulation (FM)
Modulasi Frekwensi adalah salah satu cara
memodifikasi/merubah Sinyal sehingga memungkinkan untuk membawa dan
mentransmisikan informasi ketempat tujuan. Frekwensi dari Sinyal Pembawa
(Carrier Signal) berubah-ubah menurut besarnya amplitude dari signal
informasi. FM ini lebih tahan noise dibanding AM.

3. Pulse Amplitude Modulation (PAM)
Basic konsep PAM adalah merubah amplitudo
signal carrier yang berupa deretan pulsa (diskrit) yang perubahannya
mengikuti bentuk amplitudo dari signal informasi yang akan dikirimkan
ketempat tujuan. Sehingga signal informasi yang dikirim tidak seluruhnya
tapi hanya sampelnya saja (sampling signal).

a. ASK(Amplitudo Shift Keying)
Modulasi yang menyatakan signal digital
1 sebagai suatu nilai tegangan tertentu
(misalnya 1 Volt) dan sinyal digital
0 sebagai sinyal digital dengan tegangan 0 volt.
Sinyal ini yang kemudian digunakan
untuk menyala-matikan pemancar, kira-kira mirip sinyal morse. Amplitude-shift Keying
(ASK), digunakan suatu jumlah terbatas amplitudo.
b. PSK (Phase Shift Keying)
Modulasi yang
menyatakan signal digital 1 sebagai suatu nilai tegangan tertentu dengan beda
fase tertentu pula (misalnya tegangan 1 volt beda fase 0 derajat), dan sinyal
digital 0 sebagai suatu nilai tegangan tertentu (yang sama dengan nilai
tegangan sinyal PSK bernilai 1, misalnya 1 Volt) dengan beda fase yang berbeda
(misalnya 180 derajat). Tentunya pada teknik-teknik yang lebih rumit, Hal ini
bisa di modulasi dengan perbedaan fase yang lebih banyak lagi. Phase-shift Keying
(PSK), digunakan suatu jumlah terbatas berdasarkan fase.
Pada sistem modulasi Phase Shift Keying
(PSK), sinyal gelombang pembawa sinusoidal dengan amplitudo dan frekuensi yang
dapat digunakan untuk menyatakan sinyal biner “1” dan “0”, tetapi untuk sinyal
“0” fasa gelombang pembawa tersebut digeser 180o seperti pada gambar di bawah
ini:
Block
Diagram Modulasi PSK
Pada Gambar simbol pengali di sini
merupakan Balanced Modulator, disini berfungsi sebagai saklar pembalik fasa,
tergantung pada pulsa input, maka frekuensi pembawa akan diubah sesuai dengan
kondisi-kondisi tersebut dalam bentuk fasa output, baik sefasa maupun berbeda
fasa 1800 dalam Oscillator referensi. Balanced Modulator mempunyai dua input,
yaitu sebuah input untuk frekuensi pembawa yang dihasilkan oleh Osilator
referensi dan yang satunya input untuk data biner (sinyal digital).
c. FSK (Frekuensi Shift Keying)
Modulasi yang
menyatakan sinyal digital 1 sebagai suatu nilai tegangan dengan frekuensi
tertentu (misalnya f1 = 1200 HZ), sementara signal digital 0 dinyatakan sebagai
suatu nilai tegangan dengan frekuensi tertentu yang berbeda (misalnya f2=2200
Hz). Sama seperti modulasi fase, pada modulasi freukensi yang lebih rumit dapat
dilakukan pada beberapa frekuensi sekaligus. Dengan cara ini pengiriman data
menjadi lebih effisiensi. Frequency-shift Keying (FSK), digunakan suatu jumlah terbatas
berdasarkan frekuensi.
Dalam modulasi FM, frekuensi carrier
diubah-ubah harganya mengikuti harga sinyal pemodulasinya (analog) dengan
amplitude pembawa yang tetap. Jika sinyal yang memodulasi tersebut hanya
mempunyai dua harga tegangan 0 dan 1 (biner/ digital), maka proses modulasi
tersebut dapat diartikan sebagai proses penguncian frekuensi sinyal. Hasil
gelombang FM yang dimodulasi oleh data biner ini kita sebut dengan Frekuensi
Shift Keying (FSK).
Dalam system FSK (Frequency Shift Keying
), maka simbol 1 dan 0 ditransmisikan Secara berbeda antara satu sama lain
dalam satu atau dua buah sinyal sinusoidal yang berbeda besar frekuensi nya.
Berikut adalah gambar Gambar Modulator FSK (Frekuensi Shift Keying).
sumber : http://syamsuryaalam.blogspot.co.id/2013/06/makalah-modulation-digital.html
https://fahmizaleeits.wordpress.com/tag/jenis-jenis-modulasi-digital/
modulasi digital.
A. Modulasi Analog
Modulasi analog adalah modulasi dimana sinyal masukannya adalah sinyal
analog. Modulasi analog adalah komunikasi yang mentransmisikan
sinyal-sinyal analog yaitu time signal yang berada pada nilai kontinu
pada interval waktu yang terdefinisikan. Dalam modulasi analog, proses
modulasi merupakan respon atas informasi sinyal analog. Ada beberapa
macam yaitu AM, FM, PM, QAM, SM, SSB.
1. Amplitude Modulation (AM)
AM atau modulasi amplitudo adalah suatu modulasi dimana amplitudo sinyal
carrierberubah sesuai kelakuan dari amplitudo sinyal input. Adapun
frekuensi dan fasa sinyal carrier pada AM tidak berubah. Berdasarkan
bentuk keluarannya, hasil AM ada tiga macam. Bentuk keluaran ditentukan
oleh sebuah koefisien indeks modulasi.
2. Frequency Modulation (FM)
FM atau modulasi frekuensi adalah suatu modulasi dimana frekuensi sinyal
carrierberubah sesuai kelakuan dari amplitudo sinyal input. Adapun
amplitudo sinyalcarrier pada FM tidak berubah. Pada modulasi FM terjadi
fenomena intermodulasi.
3. Phase Modulation (PM)
PM atau modulasi fasa adalah suatu modulasi dimana fasa sinyal carrier
berubah sesuai kelakuan dari amplitudo sinyal input.
B. Modulasi Digital
Modulasi digital ialah suatu sinyal analog di modulasi berdsarkan aliran
data digital. Modulasi digital merupakan proses penumpangan sinyal
digital (bit stream) ke dalam sinyal carrier. Modulasi digital
sebetulnya adalah proses mengubah-ubah karakteristik dan sifat gelombang
pembawa (carrier) sedemikian rupa sehingga bentuk hasilnya (modulated
carrier) memeiliki ciri-ciri dari bit-bit (0 atau 1) yang dikandungnya.
Teknik modulasi digital pada prinsipnya merupakan variant dari metode
modulasi analog. Ada beberapa macam yaitu ASK, APSK, CPM, FSK, MFSK,
MSK, OOK, PPM, PSK, QAM, SC-FDE, TCM.
1. Amplitude Shift Keying (ASK)
ASK adalah suatu modulasi dimana amplitudo sinyal carrier akan berubah
sesuai dengan logika bit-bit sinyal input. Terdapat dua macam ASK jika
dibedakan berdasarkan amplitudo sinyal output ASK pada logika bit
rendah.
Pertama, jika ada amplitudo sinyal output ASK pada logika bit rendah.
Maka, pada kedua logika bit (0 dan 1) terdapat amplitudo sinyal output.
Kedua, jika tidak ada amplitudo sinyal output ASK pada logika bit
rendah, Maka, amplitudo sinyal output hanya ada jika logika bit sinyal
input adalah logika bit tinggi. Jenis ASK yang kedua ini disebut juga
On-Off Keying (OOK).
2. Frequency Shift Keying (FSK)
FSK adalah suatu modulasi dimana frekuensi sinyal carrier akan berubah
sesuai dengan logika bit-bit sinyal input. Karena hanya ada dua macam
bit, maka pada FSK juga hanya dua frekuensi yang digunakan. Adapun
amplitudo dari kedua macam frekuensi tersebut tetap.
3. Phase Shift Keying (PSK)
PSK adalah suatu modulasi dimana fasa sinyal carrier akan berubah sesuai
dengan logika bit-bit sinyal input. Terdapat beberapa tingkat PSK yang
ditentukan berdasarkan jumlah fasanya.
a. BPSK
Binary Phase Shift Keying (BPSK) sesuai namanya terdiri dari dua fasa.
Setiap fasa akan merepresentasikan satu bit dari sinyal input (1
bit/Hz). Kedua fasa terpisah sejauh 180°.
Contoh:
o Logika sinyal input 1: 90°
o Logika sinyal input 0: -90°
Maka, diagram konstelasi BPSK untuk contoh tersebut adalah sebagai
berikut.
Diagram Konstelasi BPSK
b. QPSK
Quadrature Phase Shift Keying (QPSK) sesuai namanya terdiri dari empat
fasa. Setiap fasa akan merepresentasikan dua bit dari sinyal input (2
bit/Hz). Setiap fasa terpisah sejauh 90° satu sama lain.
Contoh:
o Logika sinyal input 00: 0°
o Logika sinyal input 01: -90°
o Logika sinyal input 11: 180°
o Logika sinyal input 10: 90°
Maka, diagram konstelasi QPSK untuk contoh tersebut adalah sebagai
berikut.
Diagram Konstelasi QPSK
c. M-PSK
BPSK dan QPSK menjadi dasar dalam menghitung jumlah simbol (representasi
bit) dalam 1 Hz dan sudut interval antar fasa. Modulasi M-PSK dapat
merepresentasikan m bit/Hz dengan sudut interval fasa sebesar θ.
Modulasi
M
m
θ
BPSK (2-PSK)
2
1
180°
QPSK (4-PSK)
4
2
90°
8-PSK
8
3
45°
M-PSK
M
2log M
360°/M
4. Other Digital Modulation
Semakin banyak jumlah fasanya, maka perbedaan sudut fasa di antara
logika-logika yang bersebelahan akan semakin kecil. Perbedaan sudut yang
kecil menuntut linearitas yang tinggi. Sehingga, dikembangkanlah metode
modulasi fasa sekaligus amplitudo yang dikenal dengan nama Quadrature
Amplitude Modulation (QAM). Teknologi QAM terus berkembang mulai 16-QAM,
32-QAM, 64-QAM, 128-QAM, hingga yang terakhir 256-QAM.
Jika pada modulasi M-PSK digunakan diagram konstelasi lingkaran, maka
pada M-QAM digunakan diagram konstelasi persegi. Contoh diagram
konstelasi 16-QAM pada layanan WiMAX adalah sebagai berikut.
Diagram Konstelasi 16-QAM WiMAX
Modulasi M-QAM inilah yang digunakan pada layanan-layanan telekomunikasi
terkini seperti WiMAX dan LTE (hingga 64-QAM).
Today Deal $50 Off : https://goo.gl/efW8Ef
Today Deal $50 Off : https://goo.gl/efW8Ef
A. Modulasi Analog
Modulasi analog adalah modulasi dimana sinyal masukannya adalah sinyal
analog. Modulasi analog adalah komunikasi yang mentransmisikan
sinyal-sinyal analog yaitu time signal yang berada pada nilai kontinu
pada interval waktu yang terdefinisikan. Dalam modulasi analog, proses
modulasi merupakan respon atas informasi sinyal analog. Ada beberapa
macam yaitu AM, FM, PM, QAM, SM, SSB.
1. Amplitude Modulation (AM)
AM atau modulasi amplitudo adalah suatu modulasi dimana amplitudo sinyal
carrierberubah sesuai kelakuan dari amplitudo sinyal input. Adapun
frekuensi dan fasa sinyal carrier pada AM tidak berubah. Berdasarkan
bentuk keluarannya, hasil AM ada tiga macam. Bentuk keluaran ditentukan
oleh sebuah koefisien indeks modulasi.
2. Frequency Modulation (FM)
FM atau modulasi frekuensi adalah suatu modulasi dimana frekuensi sinyal
carrierberubah sesuai kelakuan dari amplitudo sinyal input. Adapun
amplitudo sinyalcarrier pada FM tidak berubah. Pada modulasi FM terjadi
fenomena intermodulasi.
3. Phase Modulation (PM)
PM atau modulasi fasa adalah suatu modulasi dimana fasa sinyal carrier
berubah sesuai kelakuan dari amplitudo sinyal input.
B. Modulasi Digital
Modulasi digital ialah suatu sinyal analog di modulasi berdsarkan aliran
data digital. Modulasi digital merupakan proses penumpangan sinyal
digital (bit stream) ke dalam sinyal carrier. Modulasi digital
sebetulnya adalah proses mengubah-ubah karakteristik dan sifat gelombang
pembawa (carrier) sedemikian rupa sehingga bentuk hasilnya (modulated
carrier) memeiliki ciri-ciri dari bit-bit (0 atau 1) yang dikandungnya.
Teknik modulasi digital pada prinsipnya merupakan variant dari metode
modulasi analog. Ada beberapa macam yaitu ASK, APSK, CPM, FSK, MFSK,
MSK, OOK, PPM, PSK, QAM, SC-FDE, TCM.
1. Amplitude Shift Keying (ASK)
ASK adalah suatu modulasi dimana amplitudo sinyal carrier akan berubah
sesuai dengan logika bit-bit sinyal input. Terdapat dua macam ASK jika
dibedakan berdasarkan amplitudo sinyal output ASK pada logika bit
rendah.
Pertama, jika ada amplitudo sinyal output ASK pada logika bit rendah.
Maka, pada kedua logika bit (0 dan 1) terdapat amplitudo sinyal output.
Kedua, jika tidak ada amplitudo sinyal output ASK pada logika bit
rendah, Maka, amplitudo sinyal output hanya ada jika logika bit sinyal
input adalah logika bit tinggi. Jenis ASK yang kedua ini disebut juga
On-Off Keying (OOK).
2. Frequency Shift Keying (FSK)
FSK adalah suatu modulasi dimana frekuensi sinyal carrier akan berubah
sesuai dengan logika bit-bit sinyal input. Karena hanya ada dua macam
bit, maka pada FSK juga hanya dua frekuensi yang digunakan. Adapun
amplitudo dari kedua macam frekuensi tersebut tetap.
3. Phase Shift Keying (PSK)
PSK adalah suatu modulasi dimana fasa sinyal carrier akan berubah sesuai
dengan logika bit-bit sinyal input. Terdapat beberapa tingkat PSK yang
ditentukan berdasarkan jumlah fasanya.
a. BPSK
Binary Phase Shift Keying (BPSK) sesuai namanya terdiri dari dua fasa.
Setiap fasa akan merepresentasikan satu bit dari sinyal input (1
bit/Hz). Kedua fasa terpisah sejauh 180°.
Contoh:
o Logika sinyal input 1: 90°
o Logika sinyal input 0: -90°
Maka, diagram konstelasi BPSK untuk contoh tersebut adalah sebagai
berikut.
Diagram Konstelasi BPSK
b. QPSK
Quadrature Phase Shift Keying (QPSK) sesuai namanya terdiri dari empat
fasa. Setiap fasa akan merepresentasikan dua bit dari sinyal input (2
bit/Hz). Setiap fasa terpisah sejauh 90° satu sama lain.
Contoh:
o Logika sinyal input 00: 0°
o Logika sinyal input 01: -90°
o Logika sinyal input 11: 180°
o Logika sinyal input 10: 90°
Maka, diagram konstelasi QPSK untuk contoh tersebut adalah sebagai
berikut.
Diagram Konstelasi QPSK
c. M-PSK
BPSK dan QPSK menjadi dasar dalam menghitung jumlah simbol (representasi
bit) dalam 1 Hz dan sudut interval antar fasa. Modulasi M-PSK dapat
merepresentasikan m bit/Hz dengan sudut interval fasa sebesar θ.
Modulasi
M
m
θ
BPSK (2-PSK)
2
1
180°
QPSK (4-PSK)
4
2
90°
8-PSK
8
3
45°
M-PSK
M
2log M
360°/M
4. Other Digital Modulation
Semakin banyak jumlah fasanya, maka perbedaan sudut fasa di antara
logika-logika yang bersebelahan akan semakin kecil. Perbedaan sudut yang
kecil menuntut linearitas yang tinggi. Sehingga, dikembangkanlah metode
modulasi fasa sekaligus amplitudo yang dikenal dengan nama Quadrature
Amplitude Modulation (QAM). Teknologi QAM terus berkembang mulai 16-QAM,
32-QAM, 64-QAM, 128-QAM, hingga yang terakhir 256-QAM.
Jika pada modulasi M-PSK digunakan diagram konstelasi lingkaran, maka
pada M-QAM digunakan diagram konstelasi persegi. Contoh diagram
konstelasi 16-QAM pada layanan WiMAX adalah sebagai berikut.
Diagram Konstelasi 16-QAM WiMAX
Modulasi M-QAM inilah yang digunakan pada layanan-layanan telekomunikasi
terkini seperti WiMAX dan LTE (hingga 64-QAM).
Today Deal $50 Off : https://goo.gl/efW8Ef
Today Deal $50 Off : https://goo.gl/efW8Ef


Tidak ada komentar:
Posting Komentar